Uncategorized
SUKSES PERTAHANKAN DESERTASI, DOSEN UNINDRA, SUMIAH NASUTION RAIH GELAR DOKTOR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DARI UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA
SUKSES PERTAHANKAN DESERTASI, DOSEN UNINDRA, SUMIAH NASUTION RAIH GELAR DOKTOR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DARI UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA
Globalisasi di Indonesia yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi, dimana masyarakat dengan begitu mudah untuk melakukan transaksi jual beli, maupun dengan mudah memperoleh informasi yang cepat dengan fasilitas Smartphone, telah memberikan dampak serta pengaruh terhadap kehidupan masyarakat termasuk para Mahasiswa, baik implikasi positif maupun negative, hingga membuat manusia lupa akan hakikat dirinya sebagai makluk sosial.
Dan di dunia pendidikan, ternyata globalisasi tersebut telah mempengaruhi komunikasi antara mahasiswa Generasi Digital Native dengan dosen Digital Immigrant di Perguruan Tinggi, melihat adanya pergeseran komunikasi antar generasi, merupakan salah satu wujud kesenjangan antar generasi. Kesenjangan ini dikarenakan adanya perbedaan nilai-nilai pandangan hidup antar generasi. Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta berupaya membangun kembali komunikasi yang baik, antara Mahasiswa dan Dosen, dengan melakukan penelitian.
Hal tersebut bertujuan untuk mengungkap Akhlak komunikasi Mahasiswa generasi digital native dengan dosen generasi digital immigrant dengan fokus, bagaimana Implilikasi Akhlak komunikasi dalam bentuk interaksi komunikasi Mahasiswa generasi digital native dengan dosen generasi digital immigrant di perguruan tinggi, Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergeseran Akhlak komunikasi antara Mahasiswa generasi digital immigrant dengan Mahasiswa digital native dalam berkomunikasi kepada dosen generasi digital immigrant yang dapat diklasifikasikan dalam tiga klaster periode.
Yaitu Mahasiswa digital immigrant pra tahun 1990 sangat pasif, tidak berani mengemukakan pendapat, ide, dan bahkan kritik, Mahasiswa digital immigrant pasca tahun 1990 mulai aktif berkomunikasi dengan para dosen pada kasus-kasus tertentu, dan Mahasiswa digital native awal tahun 2000 aktif berkomunikasi dengan mengemukakan pendapat, ide, hingga mengkritisi dosen, proses interaksi Mahasiswa digital native kepada dosen digital immigrant mengedepankan proses asosiatif dalam bentuk kerjasama dan akomodasi dengan jalur paksaan, kompromi, konsiliasi. Namun tetap ada proses disosiatif dalam bentuk kontravensi, Akhlak komunikasi Mahasiswa digital native berimplikasi dalam bentuk komunikasi yang dibangun kepada Dosen, yakni komunikasi interpersonal, papar Promovenda.
Mahasiswa Digital Native sebagai mahasiswa multi taskin kita berharap aklak mereka tetap baik, karena era digital tersebut nyata-nyata telah menjadikan pergeseran sosial, sehingga kita berharap dengan perbedaan antara mahasiswa Generasi Digital Native dengan dosen Digital Immigrant tidak terjadi kesenjangan lagi, dan bagaimana agar anak-anak digital native ini tidak kehilangan nilai akhlak yang baik, sesuai ajaran Islam, pinta Dr Sumiah Nasution.
Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan, usai mengukuhkan Dr Sumiah Nasution sebagai lulusan program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta yang ke 56, juga berharap agar Dr Sumiah Nasution terus mengembangkan desertasinya dalam membangun aklak generasi Z yang saat ini duduk di bangku kuliah.
Dimana dengan desertasinya yang menemukan ciri karakteristik mahasiswa gitial native, sehingga nantinya komunikasi dalam membentuk karakter mahasiswa yang lebih baik, dengan telah mengevaluasi proses belajar mengajar dengan kemampuan IT atau tidak langsung, dan dua ciri yang digunakan saya yakin nantinya proses akademik akan lebih baik, ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA usai menguji Promovenda Sumiah Nasution menegaskan, bahwa Desertasi yang diajukan cukup baik, dimana penelitian dilakukan untuk berkontribusi dalam membangun komunikasi yang lebih baik lagi, antara Mahasiswa generasi digital dengan dosen, dan bicara aklak ditigal native, yaitu anak yang lahir tahun 90-an kesini, serta anak generasi Z yang sedang kuliah, yang minimal menggunakan gadjet 5 jam/hari, ini aklaknya berbeda dengan generasi yang tidak pernah menggunakan gadjet, dan dari penelitian tersebut ternyata justru dosen yang harus beradaptasi dengan mahasiswa, yang menyukai digital, namun hanya sebagai penyuka digital saja atau digitalism, sehingga aklak mahasiswa bisa menjadi baik, peramah, serta berbuat baik sesama orang lain.
Sementara Dosen Penguji Promovenda Sumiah Nasution diantaranya, Prof. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Suriani, MH (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) Dr. Sutardjo Atmowijjoyo, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Popi Puadah (Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta), serta Penguji Eksternal, Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.pd (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta).
(Red)