Connect with us

Nasional

STP Trisakti dan Alumni Gelar Webinar Peluang dan Budaya Kerja Luar Negri

STP Trisakti dan Alumni Gelar Webinar Peluang dan Budaya Kerja Luar Negri

Bekerja di luar negeri, khususnya dalam bidang Pariwisata sebagai duta negara, telah menjadi impian dan cita-cita banyak orang, dan untuk mewujudkannya kini Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) telah banyak membangun kerjasama dengan Universitas maupun Dunia usaha di sejumlah negara ASIA maupun Eropa, dengan memberikan kesempatan untuk mengambil program Double Degree maupun Magang Kerja.

Program Pemerintah “Kampus Merdeka – Merdeka Belajar” juga telah membuka peluang Mahasiswa untuk mengambil 2 Semester kuliah di Perguruan Tinggi lain atau Magang Kerja di luar negri, dan untuk membuka wawasan Peluang Kerja dan Budaya Kerja di luar negri, pada Sabtu 21 Agustus 2021, Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) bersama Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, menggelar Webinar dengan tema Alumni Talk Opportunities and Work Culture Abroad. Dengan nara sumber dari IKAPTRI, diantaranya Caroline Tjong (Travel & Acccount Coordinator USA), M Arif Ramadhan (Les Arcades Hotel Geneva Swiss), Jherry Matahelumanual (Kahterina Town Council Australia), serta Angel Maruscha (Hongkong), serta Moderator Lauditta Soraya (Masters Degree Students Beasiswa Unggulan Kemendikbud).

Saat membuka Webinar, Wakil Ketua STP Trisakti, Ismet Emier Osman, mengaku sangat mengapresiasi seluruh Alumni Pariwisata Trisakti, yang sudah ke sekian kalinya menyelenggarakan acara Webinar, dimana mesti kita berada di tengah Pandemi Covid -19, kita tetap kreatif dan tetap inovatif, ini merupakan satu kebangggan kita semua.

Sebagaimana tema di atas, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh masukan dari para alumni Senior, tentang Peluang Kerja di Luar Negeri, sebenarnya seperti apa peluang serta budaya kerja di Negara Asia maupun Eropa yang memiliki budaya berbeda, atau etos kerja, kalau kita ingin berkerja di luar negeri, dan peluang-peluang yang ada memang banyak di publis di Media visual, namun kita kurang memperoleh informasi yang akurat dari media tersebut, sehingga kedepan para alumni sebagai pembicara bisa memberikan gambaran tentang peluang maupun budaya kerja atau etos kerja di masing-masing negara, bahwa bagaimana sih untuk bekerja di luar negeri, dan hari ini ada alumni yang bekerja di 3 negara, semoga bisa menjelaskan peluang dan etos kerja di ke tiga negara tersebut.

Diakuinya kekuatan di satu lembaga pendidikan, tak lepas dari kuatnya atau solidnya para alumni, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dan berkat kontribusi alumni, kita yakin STP Trisakti akan tetap menjadi yang pertama, terdepan dan mengangkat derajat pariwisata Indonesia lebih tinggi lagi di kancah dunia internasional, untuk itu kegiatan seperti ini akan kita terus lakukan dan kembangkan, harapnya.

M Arif Ramadhan yang saat ini telah bekerja di Les Arcades Hotel Geneva Swiss, diakuinya di awali dari program Magang di Swiss saat kuliah di STP Trisakti, dan atas prestasi maupun kinerja yang baik saat magang, sehingga dirinya di tarik menjadi pegawai tetap.

Menyangkut Etos Kerja di Swiss, yang utama adalah Disiplin, serta bahasa Inggris yang baik, karena di Swiss juga banyak yang berbahasa Inggris, dimana Wisata Perhotelan di Swiss berbeda dengan di Jakarta, kalau di kota gajinya lebih besar, namun di Swiss justru mereka yang bekerja di Pedesaan yang berpenghasilan lebih besar, karena saat libur di Swiss orang lebih suka berwisata ke Pedesaan, sehingga saat libur banyak peluang kerja di Pedesaan yang berpandangan indah, ungkapnya.

Sementara dalam paparannya, Caroline Tjong (Travel & Acccount Coordinator USA), mengaku bersyukur saat ini telah bekerja di Amerika lebih dari 5 tahun, yang sebelumnya bekerja di Indonesia usai menyelesaikan S1 di STP Trisakti, dan karena dari dulu sudah berkeinginan bekerja ke Luar Negeri, dan sekarang cita-cita tersebut sudah terwujud, berkat kerjasama STP Trisakti dengan beberapa Universitas maupun Dunia Usaha di Luar Negeri, khususnya di Amerika. kalau sebelum Pandemi Covid -19 mewabah di Amerika, serta negara lain di dunia, banyak kegiatan Converance, namun saat pandemic tidak ada kegiatan-kegiatan Converance di sana, sehingga iven-iven di selenggarakan secara online.

Sementara menjelaskan masalah kinerja kerja, Karoline menegaskan, bahwa penilaian bagi karyawan bukanlah lulusan universitasnya, namun yang utama adalah Kinerja karyawan, karena belum tentu lulusan universitas ternama, kinerjanya bagus, jadi kita sebagai warga negara Indonesia di Amerika harus bekerja dengan baik dan iklas, karena dengan kerja keras dan bekerja sebaik mungkin, pasti terbayarkan, yang penting persyaratan untuk bekerja harus legal, ungkapnya. (Pry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional