Connect with us

Peristiwa

PERTAHANKAN DESERTASI “INOVASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM KEBERAGAMAAN MUSLIM MASYARAKAT KOTA”, PROMOVENDUS JUNAEDI RAIH DOKTOR PAI UID

PERTAHANKAN DESERTASI “INOVASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM KEBERAGAMAAN MUSLIM MASYARAKAT KOTA”, PROMOVENDUS JUNAEDI RAIH DOKTOR PAI UID

Dalam menghadapi ujian Sidang Terbuka, yang diajukan guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Jakarta (UID), Promovendus Junaedi akhirnya meraih gelar Doktor PAI dari Universitas Islam Jakarta.

Tim penguji diantaranya ketua penguji, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. Rektor Universitas Islam Jakarta, Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, anggota Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Marhamah, M.Pd Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd Dosen Universitas Negeri Jakarta. Dengan Komisi Promotor Prof. Dr. Zainun Kamal, MA. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Jakarta dan Dr. H. Atabik Luthfi, MA Dosen Tetap Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta.

Promovendus Junaidi menjelaskan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika masyarakat kota, inovasi pembelajaran agama Islam dengan dasar kitab kuning, keberagamaan muslim perkotaan peserta inovasi pembelajaran Agama Islam.

Dan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Sumber data pada penelitian ini primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan FGD. Teknik analisa data dengan analisis interaktif. Keabsahan data menggunakan uji kredibiltas, uji keteralihan. uji kebergantungan dan uji kepastian.

Hasil penelitian ini adalah Inovasi pembelajaran agama Islam berdasarkan kitab kuning dapat diterima oleh masyrakat kota karena compatible (Rogers) dengan masyarakat kota yaitu cenderung ingin menjadi saleh dengan tetap mempertahankan kebiasannya di dunia virtual, sehingga menghasilkan pemahaman kandungan kitab kuning. Pemahaman kandungan kitab kuning membentuk dimensi-dimensi keberagaman masyarakat kota. Beberapa pernyataan yang dijadikan sebagai kesimpulan dari penelitian ini.

Dinamika masyarakat Kota, masyarakat perkotaan mayoritas adalah bekerja dibidang jasa masyarakat yang cerdas dan bekerja di sektor jasa dan mempunyai ketergantungan pada kemajuan teknologi informasi. Setelah mencapai kecukupan materi masyrakatnya mencari kepuasan dengan mempelajari ilmu agama. Inovasi pembelajaran Agama Islam berbentuk /nerimental Inovation. Inovasi yang dilakukan adalah materi pembelajaran dan metode penyampaian mengenai pembelajaran kitab kuning. Keberagamaan muslim perkotaan peserta inovasi pembelajaran Agama Islam. Inovasi pembelajaran agama Islam dengan dasar kitab kuning membentuk karakteristik dimensi keberagamaan masyarakat kota. Dimensi keberamaan yaitu keyakinan (keyakinan kebenaran agama tidak sampai pada tahap menyalahkan keyakinan orang lain yang berbeda pendapat dan tidak sibuk dengan aib orang lain) praktik agama (Ibadah sebagai sebuah kebutuhan) , pengalaman (merasa sudah banyak melakukan kesalahan dan termotivasi untuk memperbaikinya), pengetahuan (pengetahuan agama semakin luas) dan pengamalan (perasaan dekat atau akrab dengan Allah, perasaan bertawakal kepada Allah). keberagamaan yang terbentuk dari aktifitas daring sesuai dengan pendapat Cambell disebut religious negotiation yaitu pembeljaran daring membentuk perilaku manusia, ungkapnya.

Promovendus Junaedi juga menegaskan bahwa penelitiannya dilakukan karena banyak bahan ajar disekitar kita, salahsatunya media sosial, namun terkadang justru ada efek negatifnya, untuk itu sebagai tanggung jawab moral kita, bagaimana yang berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi. Bagaimana penerapannya di media sosial yang baik, kemudian siapapun bisa mengakses tidak ada Keterbatasan waktu dan tempat adalah kendala yang sering dihadapi oleh masyarakat kota, dimana waktu dengan inovasi ini maka tidak terhalang masalah tempat dan waktu. karena kita bisa dari mana dan kapan saja. Ungkapnya.

Prof. Dede Rosyada Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta juga menegaskan bahwa Desertasi Promovendus Junaedi ini menjelaskan bahwa ada inovasi belajar Kitab Kuning sebagai risos, kalau di pesantren itu kita akan belajar bahasa Arab dari awal fiqih, baru aqidah, akhlak. untuk melewati itu sekarang langsung masuk ke tema dengan produk, praktik keagamaan atau pengalaman keagamaan, ungkapnya.

Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan juga mengaku bersyukur hari ini UID kembali meluluskan mahasiswa S3, program Pascasarjana Doktor Pendidikan Agama Islam,
Dan Doktor Junaedi merupakan alumni yang ke 44 bagi program Doktor pendidikan agama Islam. Dengan Desertasi model pembelajaran Kitab Kuning melalui media sosial yang diamati oleh Promovendus tentang perubahan industri dan ini diminati oleh sebagian masyarakat kita, yang harus diapresiasi, agar pelajar dalam mempelajari Kitab Kuning, tentunya hasil Desertasi melihat bahwa media sosial seperti Facebook dan video yang memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat yang ingin mempelajarinya, jadi tentunya Manarik sebagai dimensi pembelajaran.

Tetapi apapun yang menjadi kekurangan tentunya hari ini menjadi warna dalam mempelajari Kitab Kuning, ungkap Prof Raihan. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Peristiwa