Connect with us

Uncategorized

Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, Promovendus Imam Muslih Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, Promovendus Imam Muslih Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Jakarta (UID) Promovendus Imam Muslih akhirnya dapat menyelesaikan tugas akademik dengan baik, dimana dalam Sidang Desertasi yang diajukan dalam Sidang ujian terbuka yang untuk memenuhi salahsatu syarat memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta., promovendus mampu mempertahankan desertasinya, dan meyakinkan para penguji akan penelitian yang telah dilakukannya, sehingga Promovendus Imam Muslih berhasil lulus dengan predikat terpuji atau Cumlaude. Dan menjadi lulusan program Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta yang ke 58.

Promovendus Imam Muslih melihat bahwa Ncgara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Begitu juga dengan kebebasan memilih agama dan keyakinan merupakan hak warga negara berdasarkan undang-undang Republik Indonesia tentang Hak Asasi Manusia, disebutkan bahwa Setiap orang bebas memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. serta Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya dan kepercayaannya itu.

Dari data yang ditemukan sampai dengan tahun 2019 jumlah muallaf di Indonesia mengalami perkembangan, Mualaf Center Indonesia (MCI) mencatat sejak 2003 jumlah mualaf ada lebih dari 50 ribu. Arti muallaf merujuk KBBI adalah orang yang baru masuk Islam, proses perpindahan keyakinan tersebut disebut konversi yang menurut Max Heirich didefinisikan berpindahnya keyakinan seseorang kepada suatu ajaran yang berbeda dengan keyakinan sebelumnya.

Dan menurutnya beberapa Masjid yang melakukan pembinaan terhadap para Mualaf, belum ada metode yang baku atau acuan, dimana pemahaman muallaf tentang keputusannya menjadi muallaf. menemukan kecenderungan umum perilaku muallaf serta menemukan Model Pembinaan Pendidikan Keislaman Muallaf. Dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi Peter L. Berger, penelitian dilakuka di delapan Masjid di DKI Jakarta dan tujuh muallaf. Untuk meningkatkan pengetahuan Islam, penghayatan keyakinan, ritual ibadah dan interaksi sosial Islami, ditemukan model pembinaa pendidikan keislaman sehingga muallaf memiliki agidah kholishoh (keyakina Mumi), ibadah shohihah (ibadah benar) dan akhlagul karimah (budi pekerti luhur).

Dengan penelitian tersebut, Promovendus menemukan pola yang baik, yang bisa dilakukan sebagai model acuan membantu bagi Masjid yang melakukan pembinaan Mualaf, dimana pola ini akan menjadikan acuan bagi Masjid, agar bagaimana Mualaf dapat menjalankan keislaman yang baik, dengan pola pembinaan ini diharapkan bisa menjadi sebuah model pembinaan Keislaman mualaf, penelitian ini juga diharapkan menjadi kotribusi promovendus terhadap pembinaan mualaf di DKI Jakarta, dan umumnya di Indonesia, pintanya.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr.Ir. Raihan, Msi juga mengaku bersyukur hari ini mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta telah menyelesaikan tugas akademik, Dr Imam Musli merupakan lulusan program Doktor yang ke 58, dan desertasi ini tidak banyak orang yang menelitinya, untuk itu kita bersyukur nilai desertasi yang berkaitan dengan pendidikan nilai-nilai keagamaan, dimana jika seseorang ingin masuk Islam maka perlu ada penguatan-penguatan, seperti perilaku mualaf, bahkan promovendus juga melakukan diskusi dengan tokoh-tokoh Islam dari luar negeri, sehingga pola pembinaan yang telah dianalisis, kemudian diberikan reformulasi pembinaan mualaf, sehingga pola pembinaan nantinya bisa dituliskan dalam sebuat buku, sesuai yang telah di teliti promovendus, paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Program Studi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA menjelaskan bahwa Desertasi Promovendus Imam Musli merupakan pola pembinaan bagi Mualaf, karena jika tidak ada pembinaan maka mualaf akan kembali ke agama semula, kemudian promovendus melakukan penelitian di beberapa Masjid di Jakarta, sehingga ditemukan model pembinaan dengan 3 tahap, pra, in dan pasca, dengan model yang benar dan meninggalkan kebiasaan lama, pintanya.

Sementara Dewan Penguji Promovendus Imam Muslih diantaranya, Prof. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar/Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Marhamah, M.Pd (Dosen Universitas Islam Jakarta), Dr. Abdul Choir (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Endang Saefudin Mubarok, SE., MM. (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) Dr. Suko Susilo, M.Si (Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta), dan Penguji Eksternal, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA. (Red).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Uncategorized