Uncategorized
REKTOR UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI MENGUKUHKAN DUA GURU BESAR
REKTOR UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI MENGUKUHKAN DUA GURU BESAR
Sidang Terbuka Senat Akademi Universitas Indraprasta PGRI Pengukuhan DUA GURU BESAR UNINDRA yang berlangsung di Graha Indraprasta Kampus C hari ini Kamis 15 Mei 2025 secara resmi di buka oleh Rektor Unindra Prof.Dr.SUMARYOTO. Dua Guru Besar yaitu ,Prof.Dr. MAMIK SUENDARTI,MP dan Prof.Dr.SYAHFITRI PURNAMA . Prof.Dr.Mamik SUENDARTI.MP dalam orasi ilmiahnya MODEL PENGEMBANGAN KRITIS DALAM PENDIDIKAN LINGKUNGAN KONSEP, KONTEKS DAN KOMPETENSI. Menurut Mamik SUENDARTI, model tersebut sebagai negara berkembang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan khususnya pendidikan lingkungan.Selain itu pendidikan lingkungan penting diperkenankan sejak dini agar siswa menghadapi dsn mengatasi masalah lingkungan. Untuk itu kolaborasi pemerintah dan swasta diperlukan untuk mencegah degradasi lingkungan .

Dikatakan kebutuhan pendidikan lingkungan penting tangani isu ekologi dan peran pemerintah,mengatur dan mendukung pendidikan lingkungan. Selain itu dukungan terbatas masih belum memadai , sehingga pemberian fasilitas belum efektif selain itu efek moderasi dukungan pemerintah sebagai moderator untuk mengurangi dampak lingkungan .
Pendidikan lingkungan untuk ubah kesadaran dan sikap lingkungan,Bahkan lembaga pendidikan berperan dalam bentuk perilaku lewat kualitas pendidikan, Pemerintah menjadi moderator jadi faktor penguat perubahan perilaku masyarakat.
Selain guru besar PROF.Dr. MAMIK SUENDARTI, yang memberikan orasi ilmiah yaitu Prof.Dr. SYAFITRI PURNAMA sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa,yang mengambil judul BAHASA DAN PERADABAN : ANTARA KATA DAN KUASA.
SYAFITRI PURNAMA dalam orasi ilmiahnya ,masa kini kita hidup dalam dunia yang semakin digital ,serba cepat dan terhubung . Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap komunikasi secara radikal.Dalsm lingkungan ini,setiap individu memiliki kemampuan untuk memproduksi dsn menyebarkan wacana melalui media sosial, blog dan platform digital lainnya kebebasan ini muncul pula tantangan besar.
Selain itu bahasa yang digunakan di ruang digital sering kali tidak terkait pada etika berbahasa yang sehat. Banyak individu menggunakan bahasa secara serampangan, penuh ujaran kebencian, disinformasi, narasi narasi manipulatif. Dikatakan oleh sebab itu kita harus menyadari bahwa bahasa berpotensi membangun martabat manusia, tetapi juga berpotensi menghancurkannya.
Rektor Unindra, Prof.Dr. SUMARYOTO, dalam sambutan pidatonya , hari ini Unindra mendapat dua Profesor dan dua duanya wanita,profesor dan guru besar ini prestasi akademik dan bukan gelar,guru besar atau profesor adalah karair dan jumlah profesor salah satu syarat akreditasi ,jadi seorang profesor afa dua syarat sangat penting pertama’ integritas akademik kedua terkait dengan integritas akhlak dan moral dan untuk menjadi profesor harus ada usulan senat.Dua syarat ini seorang profesor seorang teladan,figur panutan yang harus melalui sertifikasi yang cukup berat. Rektor kurang sependapat itulah sebabnya jumlah profesor sebagai syarat akreditasi . Seorang profesor itu bukan sembarang menyandang jabatan akademi tapi mempunyai tanggung jawab moral, akhlak dan akademi ini yang ada pada pundak seorang profesor. SUMARYOTO,lebih lanjut menjadi profesor suatu kebanggaan, tapi lebih tanggung jawab moral dan akademi. Rektor Unindra berharap, dua guru besar dapat menjaga ilmunya dan bisa menyebar luaskan ,jadi manusia yang bermanfaat secara keilmuan ,ilmu yang amalia dan ilmiah itu motto kota sebagai pendidik supaya berhasil di dunia dan akhirat . Pada acara pengukuhan dua guru besar dihadiri sejumlah dosen dan pengurus PGRI baik tingkat propinsi DKI Jakarta maupun PGRI pusat.( As )