Uncategorized
Hadir dan Saksikan, Konser Wayang Milenial Indonesia akan dimeriahkan oleh KRAT H Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM Dalang Duta Internasional
Konser Wayang Milenial Indonesia akan dimeriahkan oleh KRAT H Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM Dalang Duta Internasional yang telah Sukses Tampil di Eropa, Amerika, Australia, Jepang, Vatikan, Roma, Italia
Dalam menjalin silaturahmi lintas komunitas wayang kulit sejabodetabek, dengan poro Dalang Wayang SENAWANGI, PEPADI, akan dimeriahkan dengan Konser Wayang Milenial Indonesia oleh KRAT H Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM Dalang Duta Internasional yang telah Sukses Tampil di Eropa, Amerika, Australia, Jepang, Vatikan, Roma, Italia. Pergelaran Wayang Kulit tersebut akan digelar pada Sabtu malam Minggu, tanggal 5 Juli 2025, dengan mengambil tempat CBD Ciledug Family Mall, jalan HOS Cokroaminoto nmr 93 Karang Tengah, Ciledug Tangerang.
Lakon Pergelaran Wayang Kulit Dalang Millenial oleh KRAT H Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM tersebut Basudewo Kembar. Salahsatu Kisah Besar Mahabarata adalah keberadaan Kerajaan Mandura. yang mampu memberikan warna dalam kisah hebat Kurawa – Pendhawa. Nama nama Basudewa, Harya Prabu, Setyajid, Kunthi, Baladewa, Setyaki, Subadra bahkan Kresna adalah nama-nama besar berdarah Mandura. Dikemudian hari ternyata mereka memperindah kisah besar Mahabarata yang menjadikannya lebih hidup dan realistis.
Sebuah lakon yang berlatar belakang kerajaan Mandura dengan judul Basudewa Kembar. Cerita inilah yang melahirkan dilemma pada diri Prabu Basudewa yang pada akhirnya membuka konflik besar dengan munculnya tokoh antagonis, Prabu Kangsadewa.
Ketika itu datanglah Haryaprabu. Keheranan dan kecurigaan Haryaprabu semakin menjadi ketika ternyata Prabu Basudewa masih berada di hutan. Untuk menghapus semua kecurigaan itu, rombongan Prabu Basudewa segera pulang ke Mandura. Terbukti bahwa di Kerton Mandura sudah ada Basudewa lain yang berhasil saresmi dengan Dewi Amirah. Kedua Basudewa tersebut bertarung untuk membuktikan siapa yang asli.
Atas bantuan Prabu Pandudewanata, Gorawangsa berhasil dibunuh. Atas kesalahan Dewi Amirah yang telah berlaku serong, Prabu Basudewa menjatuhkan hukuman mati kepada putri Pertapaan Bajarpatoman ini. Tugas menghabisi Dewi Amirah ini diserahkan kepada Haryaprabu. Ia ditugasi untuk membawa Amirah ketengah hutan untuk selanjutnya eksekusi dilakukan disana. Dengan sekuat hati, Haryaprabu membawa Dewi Amirah ke tengah hutan untuk memenuni titah Prabu Basudewa. Kenyataanya, Harya Prabu tidak sampai hati untuk menghabisi Dewi Amirah. Sesampai ditengah hutan, ia tidak membunuh Dewi Amirah sebagaimana perintah Raja Mandura, tetapi melepaskan begitu saja sang permaisuri yang malang ini.
Segera Haryaprabu pulang ke Mandura dan melaporkan bahwa tugas telah dilaksanakan. Dewi Amirah sudah mati!.
Selesai? Belum ? Kenyataannya bayi yang dikandung dewi Amirah lahir dengan selamat. Ia dipelihara oleh Begawan Jayabajra dan digembleng dengan oleh raksasa sakti yang tak lain adalah Patih Suratimantra. Bayi anak Dewi Amirah inilah yang kelak kemudian hari menjadi raja sakti bernama Prabu Kangsadewa.
Untuk menikmati sabetan yang luwes dari “Sang Dalang Salto” Ki Gunarto Gunotalijendro dalang yang mampu menghidupkan wayang kulit dengan sentuhan milenial, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda. Beliau memiliki kemampuan unik dalam mendalang yang mencakup gaya bahasa yang mudah dipahami, keahlian memerankan adegan perang, juga dikenal sebagai dalang yang mampu menyentuh emosi penonton dan melestarikan wayang kulit di era modern. Serta mampu menyampaikan cerita wayang dengan bahasa yang mudah dipahami oleh generasi muda, termasuk menyelipkan humor dan lelucon yang sedang tren. mampu menciptakan suasana yang hidup dan menarik, sehingga penonton tidak ingin beranjak sebelum pertunjukan selesai. Serta bagaimana kisah besar Mahabarata tersebut, jangan ketinggalan, hadir dan saksikan secara langsung pada Sabtu malam Minggu, tanggal 5 Juli 2025, di CBD Ciledug Family Mall, jalan HOS Cokroaminoto nmr 93 Karang Tengah, Ciledug Tangerang. ( Wartadipuro)