DKI Jakarta
Nuryanah Raih Doktor PAI dari Universitas Islam Jakarta Usai Pertahankan Desertasi Tentang MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QURAN DAN HADITS PADA PELAJARAN PPKn
Nuryanah Raih Doktor PAI dari Universitas Islam Jakarta Usai Pertahankan Desertasi Tentang MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QURAN DAN HADITS PADA PELAJARAN PPKn
Bertempat di Aula Bab Al Rasyidi Kampus Universitas Islam Jakarta (UID) pada Rabu 31 Desember 2025, digelar Sidang Terbuka guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, yang Mahasiswa S3 Universitas Islam Jakarta (UID), dan Promovenda Nuryanah berhasil mempertahankan Desertasinya yang berjudul “MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QURAN DAN HADITS PADA PELAJARAN PPKn” (Studi Kasus di Sekolah Formal Pondok Pesantren Daarul Kirom) hingga meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta.

Dewan Penguji, Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Program Prodi Doktor Universitas Islam Jakarta), Anggota Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Popi Puadah (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Suriani, MA (Guru Besar Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Dan di akhir ujian Promovenda Nuryanah akhirnya berhasil meraih Gelar Doktor PAI dari Universitas Islam Jakarta.
Usai Menerima Gelar Doktor, Dr Nuryanah, SPd. M.Pd pada wartawan menegaskan bahwa sebagai seorang Guru PPKN, dirinya melihat program pengajaran maupun Kurukulum PPKn dalam membentuk karakter peserta didik masih ada kekurangan, dimana masih banyak ditemukan siswa yang menyontek saat ujian, serta perilaku di sekolah yang kurang baik, untuk itulah dirinya mengintegrasikan nilai-nilai Al Quran dan Hadits pada mata pelajaran PPKn.
Dalam penekanan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah pendidikan karakter, jadi saya integrasikan dengan tujuan menjadikan anak didik menjadi warga negara yang baik, beriman, berakhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, Bagaimana menyelamatkan bangsa ini, supaya bangsa ini menjadi bangsa besar dan masyarakatnya punya jiwa nasionalisme dan Bela Negara, tegasnya.
Prof. Dr. Dede Rosyada, MA Ketua Program Prodi Doktor Universitas Islam Jakarta mengapresiasi Dr. Nuryanah dengan karya penelitiannya tentang MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QURAN DAN HADITS PADA PELAJARAN PKKn dimana pendidikan PPKn berbasis Al Quran dalam membentuk Karakter peserta didik, ini merupakan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya mata pelajaran PPKn. Sehingga mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berperilaku Disiplin, jujur, amanah, kreatif, inovatif, yang tidak saja punya nilai patriotism, tetapi punya dimensi teologis, tegasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta) juga mengaku bersyukur, hari ini Program Pasca Sarjana Doktor Pendidikan Agama Islam UID kembali mengadakan ujian promosi, dan Dr Nuryanah lulus sebagai alumni yang ke-75, tentunya sidang promosi hari ini juga memberikan alternatif baru di dalam pembelajaran PPKn berbasis Alquran dan hadis, khususnya pada mata pelajaran PPKn di Pondok Pesantren, kita harapkan bahwa materi ajar yang punya pengembangan dari luar ini dapat diimplementasikan di Pesantren maupun sekolah umum, khususnya untuk mata pelajaran PPKn.
Dan bagaimana di dalam materi ajar PPKn itu menitipkan ada tiga karakter yang paling penting untuk kejujuran, amanah dan disiplin, sehingga diharapkan bahwa anak didik yang mungkin nanti akan dilakukan nilai-nilai yang lebih, karena menekankan pada tiga karakteristik tersebut, dan hari ini kejujuran itu sangat mahal, bagimana kita lihat di tengah-tengah masyarakat, kemudian intensitas yang berkaitan dengan nilai-nilai amanah juga mulai luntur, dan ke dua tentunya kedisiplinan ini penting, untuk menjadi sebuah negara yang maju Apalagi saat ini menjelang Indonesia menyambut bonus Demografi, maka dibutuhkan pendidikan yang mampu membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter serta memiliki nilai-nilai disiplin, amanah dan berwawasan kebangsaan, tegas Prof Raihan.
(Red).