Connect with us

Uncategorized

Ulama Banten, KH Ali Sodikin Raih Gelar Doktor PAI usai paparkan Metode Pembelajaran Tahfidzh Al-Quran Melalui Metode FARDI

Ulama Banten, Ali Sodikin Raih Gelar Doktor PAI usai paparkan Metode Pembelajaran Tahfidzh Al-Quran Melalui Metode FARDI

Seorang Guru yang bercita-cita untuk menjadi seorang Pendakwah ini, akhirnya mencapai gelar pendidikan tertinggi, yaitu Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta (UID), dimana Promovendus Ali Sodikin sebagai Mahasiswa Program S3 UID didepan Sidang Dewan Penguji mampu mempertahankan desertasinya dengan judul “MODEL PEMBELAJARAN TAHFIZ AL-OURAN MELALUI METODE FARDI DI PONDOK PESANTREN TAHFIZ AL-OURAN”, dan berhasil lulus sebagai Lulusan ke 59 Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Jakarta.

Dalam ujian terbuka guna Memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, di Aula Masjid Bab Al Rusydi Universitas Islam Jakarta pada Senin 19 Feberuari 2024, Promovendus Ali Sodikin diuji oleh 6 Penguji, diantaranya Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Attabik Lutfi, MA (Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah Syarif, M.Pd. (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Hamdan Rasyid, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah).

Promovendus Ali Sodikin, dengan disertasi “Model Pembelajaran Tahfidz Al-Ouran Melalui Metode Fardi Di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Ouran”, mengungkapkan bahwa Metode Fardi merupakan metode Adalah metode yang diajarkan melalui jenjang kelas, yaitu kelas 7, kelas 8, kelas 9 sampai kelas 12 yaitu dalam memenuhi target hafalan, sehingga Santri tidak merasakan beban dalam menghafal, karena paling banyak adalah 3 ayat dan paling sedikit satu ayat, sehingga keseimbangan antara tahfidh program Tahfidh dan program sekolah Kurikulum pemerintah.
dimana santri dalam menghafal Al Quran itu melakukan dengan santai, karena tidak merasa beban Harus satu lembar, dua lembar, yang kedua adalah mereka dengan sistem tabel kelas, jadi berdasarkan kepada kelas 7 mereka harus target, misalnya juz 30, juz 1 dan seterusnya, kelas 8 jadi berdasarkan kepada jenjang kelas dan aktivitasnya, sehingga mereka bisa memenuhi target sesuai dengan yang diinginkan oleh tabel tersebut.

Kedepan kita akan sosialisasi, dan implementasi ke pondok-pondok pesantren lain, yang berbasis pendidikan formal, dan juga sekolah-sekolah terpadu, karena memang di sekolah terpadu, selain program Tahfidh juga ada program sekolah, sehingga ada keseimbangan antara program tahfid dan program Sekolah, ungkapnya.

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta, mengaku bersyukur hari ini Mahasiswa S3 UID yaitu Dr Ali Sodikin telah menyelesaikan tugas dengan baik dan telah meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, dari Universitas Islam Jakarta, kita mengapresiasi atas kontribusinya dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan di Pesantren maupun sekolah Umum, dengan karya Model Pembelajaran Tahfidz Al-Ouran, melalui Metode Fardi Di Pondok Pesantren.

Kelebihannya bahwa Tahfidz Quran ini adalah, hasilnya itu pertama hafalannya instan, jadi hafal itu kuat, Yang kedua bahwa hafalannya berlebel itu juga bagus, bagus itu hafalannya lebih benar, kemudian akan jauh lebih baik, itulah secara kelebihan model pembelajaran Fahfiz Al Quran metode Fardi tersebut, paparnya. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Uncategorized