Connect with us

Uncategorized

Terdakwa Terbukti Melakukan Kesaksian Palsu Di Atas Sumpah, Dipidana Penjara 4 Bulan Oleh Hakim di PN JAKTIM

Hakim PN Jaktim Hukum 4 Bulan Penjara Kepada Terdakwa Terbukti Melakukan Kesaksian Palsu Di Atas Sumpah

Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa 19 Desember 2023 kembali menyidangkan perkara pidana, terkait Pemberian Keterangan Palsu di atas sumpah, pada persidangan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Timur, antara Andri Dwi Maulida dengan Santoso, Dalam agenda Pembacaan Putusan tersebut, Majelis Hakim melihat dalam Tuntutan Jaksa Penuntut Umum menuntut saksi Ngadino dan Poniyem, yang diduga, kedua Terdakawa tersebut memberikan keterangan palsu di atas sumpah, dimana kedua Terdakwa saat menjadi Saksi di Pengadilan Agama, Ciracas Jakarta Timur pada Senin 15 Februari 2021 memberikan keterangan, Andri Dwi Maulida dengan Santoso masih satu rumah. Padahal keduanya telah berpisah tempat tinggal sejak 1 Februari 2021, dan Jaksa menuntut kedua terdakwa diancam pasal 242 KUHP ayat 1 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada kedua terdakwa, masing-masing penjara 6 bulan penjara.

Dalam persidangan Majelis Hakim tidak sependapat dengan Pledoi/pembelaan diri Terdakwa yang disampaikan Penasehat Hukumnya, dengan menyatakan perbuatan keterangan palsu diatas sumpah oleh Para Terdakwa tersebut adalah Perdata, dan data yang diajukan pelapor tidak sesuai, serta meminta agar kedua dibebaskan dari segala tuntutan.

Dalam pembacaan putusan, Mejelis Hakim melihat keterangan di atas sumpah bahwa pernyataan Andri Dwi Maulida dengan Santoso masih satu rumah sampai sekarang per tanggal 15 Februari 2021, adalah keterangan yang tidak sebenarnya, padahal kedua saksi Ngadino dan Poniyem tau betul hal yang sebenarnya, dimana Andri Dwi Maulida tinggal bersama orang tuanya, maka kedua terdakwa secara Sah dan meyakinkan memenuhi unsur melakukan tindak pidana dan harus dibebankan pertanggungjawaban sebagaimana ketentuan Pasal 242 KUHP Ayat 1 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP

Atas fakta persidangan tersebut, bahwa dalam persidangan Pengadilan Agama Ciracas Jakarta Timur, kedua terdakwa memberikan keterangan tidak sebenarnya, diatas sumpah sehingga merendahkan marwah Pengadilan Agama Jakarta Timur, dan secara nyata melawan hukum.

Menimbang kedua terdakwa selalu santun dalam persidangan, dan keduanya belum pernah menjalani hukuman, dan sudah berusia lanjut, maka ke dua terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan Terdakwa 1 saudara Ngadino dan terdakwa 2 Saudari Poniyem maka kedua terdakwa wajib menjalani penjara selama 4 bulan, ungkap Majelis Hakim.

Andri Dwi Maulida selaku korban atas kesaksian bohong kedua terdakwa mengaku berterimakasih atas keputusan Majelis Hakim yang telah dengan jeli melihat kasus ini, dimana perbuatan telah memenuhi unsur tindak pidana atas kesaksian mantan mertua, dan kami berharap korban kekerasan terhadap wanita yang lain, berani bersuara, berani mencari keadilan di Indonesia.

Dan putusan Majelis Hakim hari ini cukup adil, dan kami menerima putusan hakim, karena Hakim dengan jeli telah melihat kasus pidana Kesaksian bohong atau Kesaksian Palsu di atas sumpah di Pengadilan Agama beberapa waktu lalu, usaha kami selama dua tahun ini terasa terbayar, dimana Majelis Hakim telah menyatakan kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana atau turut serta melakukan memberikan keterangan palsu di atas sumpah dihadapan Pengadilan Agama Jakarta Timur, sebagaimana dakwaan Jaksa yaitu Pasal 242 KUHP, Ayat 1 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dengan putusan hukuman 4 bulan penjara, untuk itu selaku korban dirinya berharap Jaksa dapat segera menahan kedua terdakwa, untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, yaitu hukuman 4 bulan penjara, untuk itu kedua terdakwa secepatnya ditahan, pintanya.

Dody Zulfan, SH., MH., selaku Kuasa Hukum korban, mengapresiasi Putusan Majelis Hakim yang meneguhkan hati tetap menghukum Para Terdakwa pemberi keterangan Palsu di atas sumpah, putusan 4 bulan dirasa cukup memberikan efek jera kepada para terdakwa dan demi tetap menjaga marwah Pengadilan yang telah dicoreng dan dibohongi oleh Para Terdakwa dalam kesaksiannya tanggal 15 Feb 2021 di Pengadilan Agama Jakarta Timur.

Lebih lanjut Dody menerangkan, oleh karenanya kami mendesak Jaksa Penuntut Umum untuk segera melaksanakan isi Putusan Pengadilan dan menahan Para Terdakwa sesuai perintah Majelis Hakim, tegasnya. (Red).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Uncategorized