Connect with us

Peristiwa

Perkumpulan Paguyuban Jawa Tengah Perkenalkan Calon Pengurus Di Rumdis Sekjen MPR-RI

Perkumpulan Paguyuban Jawa Tengah Perkenalkan Calon Pengurus Di Rumdis Sekjen MPR-RI

Bertempat di rumah dinas Sekjen MPR RI Widya Chandra, Jakarta Selatan, Perkumpulan Paguyuban Jawa Tengah ( Perkumpulan PJT ) menggelar kegiatan Perkenalan Calon Pengurus PPJT periode 2022-2027.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Perkumpulan PJT, KRT Drs. H Leles Sudarmanto, MM,MBA menyampaikan paparan program PPJT dalam membangun kolaborasi dengan siapa saja, mulai dari yang paling bawah sampai Presiden Jokowi, Paguyuban Jawa Tengah akan terus memfasilitasi kolaborasi wong Jawa Tengah, jadi setelah pelantikan pengurus nanti, PPJT bisa audensi ke Presiden RI. Kita bersyukur meskipun kepengurusan PPJT belum dikukuhkan, namun kita sudah menghasilkan kolaborasi, yaitu bantuan solar sel dari Jepang, berupa hibah untuk penerangan di Jawa Tengah, serta bantuan Bus Listrik,

Dalam kesempatan tersebut, KRT Leles Sudarmanto juga memperkenalkan pengurus PJT yang luar biasa, tokoh-tokoh Kabupaten/Kota, dengan latar belakang yang berbeda-beda, namun menempati bidang-bidang yang sesuai keahliannya, baik dari Pemerintah, Pengusaha, TNI, serta Seniman, dan berharap seluruh pengurus PJT untuk tidak sekedar kesana-kemari membincangkan orang lain, tetapi bisa bekerja dengan baik dan kompak hingga bermanfaat bagi masyarakat banyak. Dan hingga waktu penentuan kepengurusan akhirnya terpilih 234 tokoh Jawa Tengah yang masuk kepengurusan Perkumpulan PJT terus berkembang ada hal-hal baru untuk Guyub Gayang Saklawase (GGS), sehingga kedepan PJT benar-benar mendunia. Dan bermanfaat bagi anggota serta berkontribusi pada pembangunan negeri ini, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen Perkumpulan PJT, Nick Nurrachman, untuk mempernalkan 15 bidang yang didalamnya 234 tokoh Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, untuk bekerja dan untuk kepentingan masyarakat, dalam waktu 7 hari bidang-bidang harus segera menyerahkan program kerja yang bisa di kerjakan, jangan muluk-muluk, dan dalam bekerja untuk PJT harus sukarela dan tidak perlu disuruh-suruh, sebagaimana tageline PJT yaitu Guyub Gayeng Saklawase. Ini pertemuan pertama agar anggota bidang-bidang juga saling mengenal, tegasnya.

Pengurus akan segera membangun database PJT, dan kita akan mengarah pada pelayanan digital serta membangun portal online, untuk pengembangan usaha digital, baik pengusaha kecil, UMKM, serta mengembangkan Energi Lingkungan Hidup, termasuk mengembangkan Sepeda Listrik dan motor listrik, untuk itulah dukungan seluruh pengurus dalam pelaksanaan program kerja paguyuban sangat diharapkan, termasuk dalam mensuport sumber dana, pintanya.

Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah atau Kantor Penghubung Provinsi Jawa Tengah di Jakarta, S. Ip,MM mengungkapkan bahwa selama ini kerjasama Paguyuban Jawa Tengah dengan Kantor Penghubung sudah terbina cukup lama, seperti penyaluran bantuan saat Pandemi Covid 19, maupun Mudik Gratis, dan kerjasama diharapkan dapat terus dikembangkan, dan sebagaimana uraian bidang-bidang di PJT, maka Kantor Badang Penghubung berharap bisa berkolaborasi, seperti bantuan warga Jawa Tengah di perantuan, bahkan PJT juga telah mampu membantu Pekerja Migram yang disekap penampungan illegal, dan saat ini sudah kita pulangkan ke kampung halaman. Bidang Koperasi dan UKM, sangat bagus untuk membantu visi, misi Gubernur Jawa Tengah, harapnya.

Sementara tuan rumah Prof. Dr Maruf Cahyono. SH, MH Sekjen MPRRI juga mengaku siap mensuport Perkumpulan Paguyuban Jawa Tengah, harus dapat menghasilkan peran-peran yang melindungi, mencerdaskan dan membangun nasionalisme anggota, perkumpulan PJT sebagai organisasi dengan spirit dan semangat yang kuat, ini merupakan modal utama yang harus di jaga, pintanya.

PJT kedepan harus kuat dan pengurusnya harus punya harapan untuk guyup, dan bisa memanfaatkan waktu dengan baik, kami bangsa semangat seluruh calon pengurus cukup senang untuk guyub dan gayeng, maka kita semua harus bekerja dengan fikiran yang baik, bahkan dengan kualitas yang banyak harus bisa digotong-royongkan, untuk menghasilkan kekuatan yang lebih, serta menghasilkan perencanaan dengan kapasitas yang luar biasa, gali terus spirit yang ada.

Dan kedua adalah membangun perasaan, dengan kita satukan perasaan atau konektivitas emosional, jadi Guyub atau kolaborasi itu adalah koleborasi daya rasa atau Karsa, kendalikan ego masing-masing untuk kepentingan bersama, dan kuatkan nilai-nilai Agama, maka PJT harus mampu membimbing pada tata nilai untuk Guyub, wujudkan visi, misi dan tujuan PJT.

Yang ketiga adalah Nasionalisme, agar yang ada di Paguyuban tidak ada yang bereantem, karena yang dibangun adalah karakteristik bangsa dan negara, seperti Gotong-royong dan spirit untuk rukun, fikiran dan perasaan harus dibangun dengan spirit Demokrasi, didalam rel Religiusitas, yaitu menjalankan Demokrasi untuk ibadah. Jadi dalam guyub gayang di PJT ini harus menjadi wujud ibadah, jadi usahakan dalam pengambilan keputusan dengan musyawarah, nilai-nilai musyawarah harus dipegang teguh pada selurh anggota PJT, pinta Prof Maruf Cahyono. (Priyono Wartadipuro).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Peristiwa