Connect with us

DKI Jakarta

Boby Risakota : Keadilan Buat Pemerintah, Hal-hal yang Berpotensi Perpecahan Bangsa Harus Diatasi dan Diantisipasi

foto: Andreas Wongsoredjo

UNITINGINDONESIA.COM JAKARTA – Boby Risakota adalah salah satu sosok masyarakat Indonesia Timur yang fokus sekali dalam urusan persoalan perpecahan bangsa dan intoleransi.

Ditemui saat menyambangi Persatuan Gereja Indonesia (PGI) bersama dengan Forum Indonesia Timur Bersatu (Rabu, 16/12/20), putra nasionalis asal Maluku yang sering menyoroti masalah perpecahan bangsa dan intoleransi khususnya di Indonesia Timur ini bercerita dan berbagi pengalaman saat di mana banyaknya tekanan yang dirasakan ketika menyuarakan kebenaran.

“Di-dzholim-in sih tidak, artinya begini saya berbicara atas nama anak bangsa di mana kita punya hak yang sama dalam berbangsa.” ungkapnya.

Pada kesempatan ini Boby Risakota juga menjelaskan menyangkut aksi yang dilakukan Indonesia Timur Bersatu di depan balai kota beberapa waktu lalu di mana dia berorasi sebagai kapasitas pribadi dan sama sekali tidak membenturkan apa pun baik itu umat Muslim atau umat Kristen.

“Saya tidak ada satu statement (pernyataan -red) yang saya sebutkan entah itu atas nama Maluku kah? Atau atas nama Kristen kah? Atas nama apapun tidak (ada -red), saya berdiri sebagai seorang anak bangsa yang meminta keadilan buat pemerintah bahwa hal-hal yang berpotensi perpecahan bangsa harus diatasi dan diantisipasi.” tegasnya.

Boby Risakota menjelaskan bahwa terkait hal di atas memang terjadi pengancaman dan dapat dimakluminya, mengingat apapun yang diaspirasikan itu belum tentu dapat diterima semua pihak. Mungkin ada beberapa pihak yang tidak bisa menerima akan hal tersebut.

“Pengancaman melalui video ada, melalui media sosial ada, diancam secara langsung pun ada… Yah, bagi saya itu dinamika berbangsa. Pro kontra itu biasa” imbuhnya.

Boby juga menuturkan, bentuk-bentuk pengancaman itu dapat dilihat di beberapa video tayangan Youtube terkait aksi demo yang dilakukan di depan Balaikota, 22 November 2020  lalu, di mana dirinya melakukan orasi menentang apa yang di lakukan oleh FPI terutama kepada pimpinannya, Muhammad Rizieq Shihab.

“Saya tidak menyerang kehabibannya, saya tidak menyerang keulamaanya, saya mengakui beliau adalah habib, beliau adalah ulama besar, tapi (dalam hal ini -red) yang saya lawan adalah pribadinya ketika banyak sekali video tentang provokasi yang dilakukannya, itu yang kami lawan.” pungkasnya.

Ketika ditanyai mengenai pengancaman yang menimpa dirinya, apakah sudah ada upaya hukum berbentuk pelaporan kepada pihak kepolisian, Boby Risakota lebih memilih untuk tidak melakukan hal tersebut. Dia lebih memilih untuk mendiamkan saja sambil melihat sejauh mana keadaan perkembangannya. (Douglas Tobing)

Boby Risakota bersama Forum Indonesia Timur Bersatu saat berdialog dengan PGI (foto: Andreas Wongsoredjo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

More in DKI Jakarta