Connect with us

Uncategorized

ASN Kemenag Jaksel, Achmad Nasihi MT Dengan Aplikasi MASDA, Sukses Raih Gelar Doktor PAI

ASN Kemenag Jaksel, Achmad Nasihi MT Dengan Aplikasi MASDA, Sukses Raih Gelar Doktor PAI

Setelah berhasil mempertahankan Desertasi didepan Dewan Penguji pada Program Doktor, Pascasarjana di Universitas Islam Jakarta, yang terdiri dari Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris Penguji Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. (Ka. Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta ) serta anggota penguji Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Dosen Tetap PPs Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Basuki Wibawa, M.M (Dosen PPs Universitas Islam Jakarta), Dr. Popi Puadah (Dosen PPs Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal, Prof Bedjo Suyanto, M.Pd (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta). Akhirnya Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Jakarta Selatan, Promovendus Achmad Nasihi MT, Meraih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Universitas Islam Jakarta.

Dalam Sidang Terbuka Dewan Penguji pada Kamis 25 Januari 2024, di Aula Masjid Bab Al – Rusydi Kampus Universitas Islam Jakarta tersebut, Promovendus mengajukan Desertasi “Sistem Supervisi Hybrid Pada Madrasah di Era 4.0”, yaitu sebuah sistem pengawasan yang digunakan oleh para Pengawas Pendidikan Madrasah secara Online dan Ofline, atau kombinasi antara pengawasan secara Daring dengan pengawasan secara tatap muka, sehingga dapat menunjang pengawasan pendidikan di Madrasah yang efektif dan efisien.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan disela Sidang Ujian Program Doktor, pada wartawan mengaku bersyukur, dimana Mahasiswa Program Pascasarjana Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam, Achmad Nasihi telah menyelesaikan tugas Akademi dan lulus dengan predikat Sangat Baik, dimana Dr Achmad Nasihi MT.M.Pd merupakan lulusan Program Doktor PAI Ke 52, kami bersyukur dengan karya penelitiannya yang luar biasa, hingga menghasilkan Aplikasi Madrasah Smart Digital (MSD) yang telah membantu peningkatan Pendidikan Agama Islam di Indonesia, khususnya Madrasah.

Dan Dr Achmad Nasihi sebagai Pengawas Madrasah di Kantor Kemenag Jakarta Selatan, telah mampu membuat suatu sistem pengawasan dengan model Hybrid, sehingga membantu pengawas-pengawas diseluruh tanah air, sehingga memberikan makna tersendiri di dalam dunia pendidikan, khususnya pada supervisi pada pendidikan dasar dan menengah, ungkapnya.

Dr Achmad Nasihi melihat bahwa pengawasan secara ofline selama ini kurang mampu menjangkau aksebilitas yang banyak, guru yang banyak serta keterbatasan waktu bagi pengawas, Hybrid Supervision itu menjadi alteranatif dalam tugas pengawasan, sehingga lebih efektif, dan hasilnya bisa maksimal, untuk itulah kami menggunakan sipervisi hybrid yaitu memadukan antara online, ofline dan pengawasan materi dalam sebuah sistem, yaitu Pengawasan Madrasah Smart Digital.

Dan ini juga memberikan inspirasi bagi Guru, karena sudah saatnya kita menggunakan fitur-fitur digital dalam proses pembelajaran, sehingga mampu menjangkau ruang yang lebih luas, papar ASN di Kantor Kementerian Agama Jakarta Selatan tersebut.

Diakuinya Penelitian yang dilakukan, dilatarbelakangi adanya tuntutan Era Industri 4.0. dan pasca pandemi Covid-19 di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, yang dianggap sebagai paket permasalahan yang menuntut perubahan tatanan kehidupan, Manusia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk dalam dunia kerja, Pandemi juga mengakibatkan terjadinya pergeseran pola pendidikan.

Proses transformasi pendidikan ini juga menyebabkan peran pengawas madrasah berubah dan harus beradaptasi dengan tatanan pendidikan baru yang lebih maju. Keberadaan pembelajaran virtual tidak lagi dianggap sekedar sebagai cara untuk menjamin keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, namun menuntut perlunya percepatan adaptasi pendidikan Indonesia terhadap tuntutan global di era digital, dimana Internet of Things menjadi sebuah fenomena. yang harus dihadapi dan bahkan diikuti dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan supervisi di madrasah. Oleh karena itu supervisor sudah banyak menerapkan model supervisi online.

Penerapan pengawasan berbasis online pada masa pandemi Covid-19 dianggap cukup efektif terutama dalam hal aksesibilitas. Permasalahan kesulitan pengawas dalam mengakses seluruh madrasah akibat jarak dan jumlah madrasah yang terlalu jauh dan terlalu banyak relatif dapat teratasi. Dengan online, pengawas dapat mengawasi pembelajaran di madrasah dari mana saja dan kapan saja. Namun dalam upaya menyelenggarakan pengembangan dan pelatihan profesi guru dan kepala sekolah yang memerlukan transfer ilmu, nilai dan keteladanan, tidak akan efektif tanpa adanya pertemuan tatap muka. Dalam konteks ini diperlukan kombinasipengawasan daring dan pengawasan luring (tatap muka) yang disebut dengan pengawasan hybrid.

Model pengawasan hybrid ini menekankan pada penggunaan aplikasi Madrasah Smart Digital (MASDA) yang dirancang sebagai media informasi, tugas pengawasan, pelaporan hasil pengawasan, media komunikasi antar pengguna dalam pengawasan madrasah dan ruang belajar sehingga seluruh pengguna dapat mengakses data. dan informasi serta materi pembelajaran melalui aplikasi. Aplikasi MASDA selanjutnya menjadi tempat penyimpanan akhir seluruh data proses pengawasan baik yang dilakukan secara online, offline maupun mandiri.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi hybrid, metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, terdiri dari lima tahap yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi. Implementasi) dan Evaluasi (Evaluation) karena model penelitian dan pengembangan ini lebih rasional dan lebih lengkap dibandingkan model lainnya dalam langkah pengembangan produk. Sumber data penelitian ini diambil dari seluruh pengawas madrasah di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan. Sehingga dengan aplikasi Madrasah Smart Digital (MSD) tersebut dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran di madrasah, ungkap Achmad Nasihi MT. (Pry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Uncategorized