Connect with us

Bodetabek

Rusak, Tak Mulus, Berlubang, Jalanan yang Kurang Oke Menuju Curug Ciherang

Uniting Indonesia.com, Bogor –
Kebetulan Iwan dan Budi lagi dapat rejeki.Kebetulan juga mereka sama-sama doyan jalan-jalan.

“Kuy,” kata Budi.

Iwan sok-sokan orang bule, “Let’s go,”timpalnya.

Pagi itu, seingat mereka masih pukul 06.00 WIB kurang sedikit. Iwan yang nyetir. Kalo Budi duduk manis di sebelahnya. Sambil merokok, dia aktifkan bluetooth HP nya.

Dari radio mobil, muncul aransemen musik yang indah.
“Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak ‘kan hilang dari kalbu…”. Seorang perempuan melantunkannya dengan sangat merdu sekali.

Itu karangan Ibu Sud. Judulnya ‘Tanah Airku’, salah satu lagu wajib Nasional yang Indonesia miliki. Semua musik di HP Budi memang isinya lagu-lagu wajib Nasional.

Tak terasa, roda empat sudah meninggalkan Jakarta. Sudah masuk ke daerah yang Asri. Angin berhembus terasa sejuk. Kiri-kanan pemandangan sangat indah.

Iwan memperlambat laju. Budi mengerti karena dia melihat di depan ada aspal menganga besar dan luas. Satu, dua, tiga…Budi menghitung aspal berlubang, cukup banyak juga jumlahnya dengan lubang aspal yang mengangga kecil-kecil.

“Jalan rusak, persoalan yang tak pernah usai?,”mbatin Budi.

Tak salah, jalanan yang berlubang menyimpan bahaya untuk pengendara.
Maut seolah mengintai. Kering saja membuat jantung dag dig dug, bagaimana kalau hujan turun dan airnya menutupi jalanan yang berlubang itu. Bagaimana nasib pengendara yang kebetulan melintas di jalan yang rusak karena berlubang pada malam hari belum lagi bayang-bayang akan disertai hujan. Benar kah jalan rusak, persoalan yang tak pernah usai?

Budi dan Iwan mau ke Curug Ciherang,
salah satu Objek Wisata yang ada di Kabupaten Bogor. Belum sampai ke tujuan, perjalanan mereka agak-agak terganggu dan pastinya tidak nyaman dengan jalan rusak yang dijumpainya.

Menuju ke Curug Ciherang, perjalanan Budi dan Iwan melewati Kampung Leubilik, Desa Tajur, Kampung Sukawayahna, Desa Pabuaran, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebenarnya perjalanan sepanjang jalan itu cukup membuat mata segar dan membuat jatuh cinta dengan pemandangan alam di kiri-kanannya yang indah.

Sepanjang jalan itu merupakan salah satu akses jalan bagi masyarakat yang ingin melancong ke Obyek Wisata Curug Ciherang. Tentu akses juga bagi masyarakat setempat dalam beraktivitas. Jalan adalah urat nadi perekonomian.

Keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara harusnya mendapatkan perhatian prioritas. Mereka, masyarakat setempat dan pengendara dari luar daerah, membutuhkan perhatian dari pemangku kekuasaan.

“Jalan rusak, segeralah enyah engkau selamanya dari Indonesia, jangan lelah, teruslah perbaiki jalan yang rusak secepat mungkin, wahai pemangku kekuasaan.”

Usai mengumpat, Budi ketiduran. Hingga Iwan membangunkannya karena sudah sampai ke Curug Ciherang setelah melewati beberapa kelokan, tikungan tajam, dan menjumpai ratusan lubang aspal jalan.

Budi bangun. Kepada Iwan dia langsung bilang kalau dirinya pusing, perut mual dan pegel-pegel. Iwan pun merasakan hal yang sama. “Apa benar jalan rusak karena berlubang dan jalan bergelombang tak rata, membuat kesehatan mereka juga terganggu,” duga mereka.

Reportase pandangan mata by Dadan Hardian

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bodetabek