Connect with us

Daerah

Mahasiswa Gadungan Hancurkan Mobil Polantas Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Tersangka mahasiswa gadungan di Mapolda Riau

Uniting Indonesia.com, Riau – Polda Riau menangkap satu orang yang diduga kuat provokator aksi perusakan mobil Polantas sekaligus penyusup dengan memakai jaket almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak) dalam aksi unjuk rasa UU Cipta Lapangan Kerja Omnibus Law di Pekanbaru pada Kamis (8-10-2020).

G, yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik alat berat di Kabupaten Siak, Riau menjadi tersangka.

“G bersama empat rekannya pada malam tanggal 7 Oktober sebelum hari H aksi unjuk rasa itu diketahui sudah berkumpul di rumahnya. Mereka merencanakan dan mencari jaket almamater mahasiswa guna bisa menyusup dalam aksi BEM se Riau itu. Sebelumnya rencana aksi mahasiswa pada 8 Oktober di DPRD Riau telah menyebar di media sosial,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, di Pekanbaru, Senin (12-10-2020).

Pada awalnya demo mahasiswa berjalan dengan baik. Mahasiswa menyampaikan aspirasi menolak UU cipta lapangan kerja Omnibus Law.

Namun unjuk rasa menjadi kurang terkoordinir saat penunjukkan perwakilan mahasiswa yang bisa melakukan pertemuan dengan DPRD Riau.

“Mereka sepertinya demo yang tidak terkoordinir dengan baik. Apalagi anggota DPRD pada saat itu juga tidak lengkap. Yang kami tahu dari G ini, ia telah mengikuti ketika rombongan demo sedang menuju ke DPRD,” ungkap Kapolda.

Ketika komunikasi perwakilan mahasiswa dengan DPRD Riau mulai tidak baik dan kondisi mulai tegang. Tersangka G ikut rombongan mahasiswa yang akan membubarkan diri

“Dari rekaman CCTV tampak saat rombongan melihat ada mobil patroli Polantas yang parkir di depan Hotel Tjokro, massa mulai melempar batu. G pertama memulai menendang merusak mobil itu. Dia menjadi pemantik hingga yang lain ikut menendang pintu, memecahkan kaca, memukul, hingga mobil dibalikkan,” terang Kapolda.

Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi
menerangkan, sejauh ini pihak Unilak belum melakukan laporan polisi terkaiti penggunaan jaket almamater oleh bukan mahasiswa.

“Rektor Unilak sudah menelpon dan berterima kasih kepada Polda Riau karena telah membuktikan pelaku bukan mahasiswa Unilak. Sampai saat ini belum ada laporan dari Unilak,” ungkap Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. (Dadan Hardian)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah