Connect with us

Bodetabek

Tinggal Ambil Saja Nasi Bungkus Gratis di Bekasi

Nasi bungkus gratis di Jalan H. Agus Salim, No.150, RT.001/RW.008, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Uniting Indonesia.com, Bekasi –
Orangtua dulu, suka sekali menemani anak-anaknya yang masih kecil di tempat tidur. Jelang datang waktu tidur, si ibu atau si bapak duduk di sampingnya.

Mereka pun kadang tak engeh, tetap berkisah meski anaknya sudah terlelap. Ya, orangtua dulu suka berdongeng, mengantar anaknya tidur.
Dongengnya tentang apa saja.Termasuk mengisahkan sebuah cerita tentang orang-orang yang gemar bersedekah.

Anak kecil yang suka mendengar orangtuanya mendongeng itu sudah dewasa. Sudah berumahtangga dan memiliki anak.

Dia juga sekarang punya sebuah -katakanlah lemari, kotak, atau rak berkaca yang dipakai untuk tempat memamerkan berbagai barang. Ya, Etalase.

Etalase kecil miliknya diletakkan di teras depan Kantor plus showroom furniture di Jalan H. Agus Salim, No.150, RT.001/RW.008, Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Yang dipamerkan di etalasenya bukan barang jualan.Tapi beberapa bungkusan warna cokelat, ada yang diikat dengan karet gelang, sebagian dari bungkusan itu disteples. Bungkusan-bungkusan itu isinya nasi.

Pukul 06.00 WIB, tepatnya sehari sebelum 10 Muharram 1442 atau 28 Agustus 2020, etalase itu sudah ready. Adalah tukang-tukang bangunan di seberang jalan, yang pertama kali menghampiri etalase itu. Mereka bergantian mengambil nasi bungkus. Sarapan pagi dengan menu lauk pauk, telur, ayam, ikan, sayur dan kerupuk.

“Kita cuma ingin berbagi. Di situ bener-bener kita merasakan luar biasanya nya kasih sayang Allah sama kita,”ungkap Farida Bayuwati, Jumat (25-09-2020).

Gerobak sedekah alumnus SMAN 30 Jakarta (angkatan 1993) ini seiring jalan sudah banyak orang yang tahu.

“Alhamdulillah, tukang bakso sama mba-mba yang baru pulang kerja juga ikut menikmati. Ga sampe 15 menit, nasi sudah habis.Kepada semua orang, saya tunjukin kalau di sana ada gerobak nasi gratis.. hemmm,”kisah Farida.

Hingga akhirnya, tak cuma nasi bungkus dan lauk pauk serta sayur, ada juga orang yang membawa roti dan dimasukkan ke etalase.

“Kadang ada juga yang mengisi habis subuh, orang lewat masukan beberapa roti ke gerobak kita. Kadang malam-malam suka juga ada yang isi gerobak. kadang nasi/mie goreng, kue atau apa aja n dimasukan ke gerobak. Kita ga ada jam buka tutup, 24 jam,”ungkap perempuan berusia 45 tahun ini.

Nasi Gratis Kota Bekasi milik Farida Bayuwati, ada untuk semua. Tak memandang latar belakang penerima, maupun pemberi.

“Untuk menolong sesama, berbagi untuk sesama,”kata Farida.

Apa yang sudah lama dilakukan Farida Bayuwati, juga Arie Shantidewi teman se-angkatannya di SMAN 30 Jakarta, patut ditiru. Arie dengan NGJ Sewon nya telah membuka banyak etalase nasi bungkus gratis di Yogyakarta.

Dari Farida Bayuwati dan Arie Shantidewi “Salam Nasi Bungkus Gratis”

Kata yang saya dengar, bersedekah tak harus menunggu ada uang. Jujur, untuk merangkai berita ini, saya menghabiskan dua cangkir kopi hitam dan setengah bungkus rokok. (Dadan Hardian)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bodetabek