Connect with us

Daerah

LAWAN HOAX, PEWARNA DKI EDUKASI BERMEDSOS DI KALANGAN GEREJA

Jemaat Komunitas Kristiani Pantekosta antusias menyimak pesan edukasi

Douglas Tobing sedang memberikan edukasi tentang bahaya hoax.

UNITINGINDONESIA.COM PARE, KEDIRI – Semakin maraknya berita bohong atau hoax yang beredar di lapisan masyarakat kota sampai pedesaan melalui media sosial, Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) DPD DKI terpanggil untuk melakukan edukasi di kalangan komunitas Nasrani, yang mana kelompok komunitas tersebut diketuai seorang pendeta, supaya tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan postingan di media sosial, yang berpotensi menggiring mereka ke persoalan yang isinya tidak sejalan dengan kebijakkan pemerintah, di antaranya penolakkan terhadap program vaksinasi dan sikap sikap yang yang mengarah ke perpecahan antar umat beragama.

Hal ini disampaikan oleh Douglas Tobing dan Andreas Wongsoredjo di depan seluruh jamaat salah satu gereja yang berada di kawasan pedesaan tepatnya di wilayah kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur, Minggu (24/1/2021) lalu.

Perwarna mengajak seluruh jemaat bahkan seluruh umat Kristiani untuk bijak dalam menggunakan media sosial, baik itu Facebook atau Whatsapp yang beranggotakan komunitas.

“Biasakan untuk mengkaji ulang setiap berita atau postingan yang akan kita buat, juga yang akan kita terima, bahkan apa yang akan kita teruskan untuk orang lain, hendaknya selalu waspada dan berhati hati, karena muatan atau konten itu bisa bersifat provokasi yang mengarah kepaham radikalisme atau tidak sesaui dengan ke-Bhinekaan yang berdasarkan Pancasila.” jelas Douglas Tobing ketua bidang advokasi Pewarna DKI di tengah kunjungan ke Jemaat Pantekosta di kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Hal ini disambut baik oleh pemimpin umat Kristiani Gereja Pantekosta Pdt.
Gideon STh. “Kami sangat berterima kasih, karena masih ada yang mengingatkan kami, agar kita lebih berhati hati didalam bermedia sosial.” tukasnya.

Dengan maraknya postingan yang kebenaranya tidak dapat dipertanggungjawabkan atau yang lebih dikenal dengan istilah HOAX atau berita bohong, PEWARNA DKI berharap dengan gerakan peduli anak bangsa ini, setiap masyarakat semakin dewasa di dalam menyikapi persoalan yang menyangkut kerukuanan umat beragama dan menangkal faham radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila.

Himbauan senada juga disampaikan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kami juga mengimbau masyarakat, jangan mudah percaya pada berita-berita yang bersifat negatif, berita bohong (hoak) dan provokatif, serta jangan mudah diadu domba oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan peka dan peduli pada lingkungan sekitar, termasuk memperhatikan serta mengenali tetangga samping rumah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis. (Timotius Suwardiyanto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah